Rabu, 03 April 2013

Liburan yang Singkat namun Berkesan dan Menyenangkan

Cerita ini berawal dari rencana liburan jilid 1 para 12 personil hura-hura 3EA05 yg beranggotakan AgungSatwiko, Andri, Jajat, Dwi, Hilal, Radit, Alim, Guse, Fadjar, Didit, Vio juga saya sebagai personil hura-hura yg turut ikut serta dalam tour hura-hura jilid 1 ke pantai Sawarna di daerah provinsi Banten. Sebenarnya kami ber 12 tidak merencanakan untuk liburan ke sana, melainkan rencana awal kami yaitu mengadakan liburan bersama teman-teman satu kelas ke daerah puncak. Namun dikarenakan ada beberapa teman kelas yg tidak bias ikut dikarenakan sudah ada rencana liburan dgn keluarga masing-masing maka dengan terpaksa acara liburan ke puncak tersebut dibatalkan, namun dengan berbagai spekulasi dan beberapa pertimbangan maka kami (12 personil) merencanakan liburan ke pantai Sawarna. Dan pada hari senin tepatnya tanggal 26 Februari kami memulai rencana liburan kami dengan awal yg cukup kurang baik dikarenakan kami harus menunggu kedatangan salah satu personil kami yg datang terlambat ke tempat yg telah dirundingkan kemarin yaitu kampus H Universitas Gunadarma di jl. Akses UI, Depok. Dgn menunggu kurang lebih 3 jam akhirnya yg ditunggu-tunggu pun datang juga dgn mimik muka yg tidak bersalah sambil berkata “sori bos jalanan macet hehehehe” lalu kami sontak membuli beliau hahaha, setelah kami semua cukup lelah membuli beliau kamipun bergegas untuk melakukan sesi foto-foto sebelum berangkat karena kebetulan dari salah satu personil kami ada yg membawa kamera DSLR, lalu dgn rasa malu kami semuapun larut dalam jepretan kamera tersebut. Lalu setelah berfoto-foto kamipun bergegas untuk melakukan trip ke pantai Sawarna pada pukul 13:00 dengan menggunakan 2 mobil, dan pada pukul 14:30 kami sampai di daerah cikidang setelah berkilo-kilometer mengalami kemacetan di daerah lido sukabumi, cikidang yaitu daerah dgn struktur perbukitan yg didominasi dgn perkebunan kelapa sawit (kalu tidak salah menebak, soalnya juga saya tidak tahu persis dgn jenis tanaman itu hehe) juga dgn jalan yg cukup sempit yg kira-kira dapat dilewati dgn 1 truk saja berarti kalau untuk ukuran mobil ya bias untuk 2 mobil, dan ketika ditengah perjalanan tepatnya di daerah cikidang sukabumi mobil 1 yaitu mobil yg ditumpangi oleh agung satwiko, radit, dwi, jajat, hilal, dan didit dan saya sendiri beserta andri, guse, fadjar, dan hilal juga vio di mobil 2. Awalnya saya dan teman-teman di mobil 2 berfikiran kalau mobil 1 berhenti dikarenakan ada masalah pd mobilnya, lalu kami juga berhenti mengikuti mobil 1 untuk mengetahui dgn lebih pasti kenapa mobil 1 berhenti, lalu kamipun yg berada di mobil 2 berhenti dan segera menghampiri mobil 1 dgn perasaan yg cukup cemas, tetapi yg difikirkan ternyata salah besar ternyata mobil satu berhenti karena salah satu dr mereka ada yg mengalami mabuk darat dikarenakan yg nyupirnya ugal-ugalan ditambah dgn track yg berlika-liku tajam juga sempit. Sontak kami di mobil 2 pun menertawainya dan bukan hanya kami saja yg tertawa tetapi semua isi di mobil 1 tersebut juga ikut menertawai salah satu teman saya yg mengalami mabuk darat, yah kelakuan kami semua memang begini adanya. Beberapa menit kami menginisiatifkan utuk istirahat sejenak sambil menunggu keadaan teman kami tersebut fit dan pulih kembali, lalu setelah beberapa menit beristirahat kami melanjutkan perjalanan kami lagi yg baru mencapai setengah perjalanan itu, kira-kira 1 jam perjalanan kami tiba di bukit bukit di kawasan Pantai Pelabuhan Ratu. Disana kami disuguhkan dengan pemandangan yg jarang bahkan saya sendiri hamper tidak pernah melihat pemandangan dari atas bukit yg seindah itu, jadi kalau digambarkan kami berdiri diatas bukit dan tepat dibawahnya ada pantai laut lepas, subhannallah bener-bener keren bgt. Lalupun kami tidak melewati momen tersebut dgn berfoto-foto lagi, lalu setelah berhenti sejenak untuk berfoto-foto kamipun melanjutkan perjalanan kami kembali dgn sisa perjalanan kira-kira 1 jam lagi dan selama 1 jam tersebut pun kami disuguhkan dgn pemandangan yg sama indahnya. Dan kira-kira jam 5:30 kami pun sampai ditempat tujuan yaitu pantai Sawarna yg terletak di desa Sawarna, provinsi Banten. Lalu kamipun bergegas untuk memilah milih beragam macam cottage yg disewakan para warga setempat, walaupun dr luar terlihat sempit ternyata didalamnya cukup luas dan cukup untuk menampung 30-40 orang an, dengan tarif sewa nya satu hari satu malam + makan #x sehari yaitu Rp. 100.000,- per-kepala, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah juga. Setidaknya kami juga sudah tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari makan karena dengan harga tersebut sudah dengan makan 3x. Lalu setelah kami meletakkan barang-barang didalam cottage kami pun bergegas menuju ke pantai yg kira-kira jarak dr cottage ke pantai itu setengah kilo meter, akan tetapi setelah sampai dipantai kami langsung disuguhkan dengan ombak yg menari-nari dan pasir yg empuk beda sekali dgn pantai anyer atau pangandaran, di pantai sawarna juga airnya masih bersih dan sejauh mata memandangi pesisir pantai kami tidak melihat sama sekali adanya sampah plastic atau apapun jenisnnya itu ditambah kami mendapat sunset matahari yg amat sangat indah, laku kamipun larut dalam suasana kesenangan. Dan setelah beberapa waktu bersenang-senang menikmati keindahan pantai tersebut kamipun bergegas kembali lagi ke cottage untuk mandi makan dan sholat magrib dikarenakan sudah magrib pula dan pantai juga sudah sepi, tapi emg pantainya juga sepi krn masih belum banyak terjamak orang maka dari itu pantainya masih cukup bersih. Lalu setelah kami bersih-bersih dan makan malam kamipun berkumpul di ruang tengah cottage tersebut untuk berbincang-bincang sebelum tidur, dan tidak terasa pun kami semua larut dalam perbincangan yg memakan waktu 4 jam sampai jam setengah 2 dini hari, dikarenakan besok pagi masih banyak rencana atau list kegiatan yg harus dilaksanakan kami semua pun tidur, dan pada pukul 07:00 kami serentak pun bangun dan langsung bergegas kekamar mandi untuk sekedar cuci muka dan menggosok gigi secara bergantian, lalu setelah kira-kira personil sudah selesai semua kami semua pun berangkat menuju list pertama yaitu menuju goa yg bernama goa lalay yg sejarahnya sih itu goa akibat proses alam berabat-abat lalu, karena kamipun juga poenasaran dgn goa tersebut. Setelah menempuh kira-kira perjalanan 1 setengah kilometer kami pun sampai di goa tersebut, dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 3000.00,- lalu kamipun masuk menelusuri goa tersebut yg dari sejarah penduduk sini panjang goa nya kurang lebih itu 3 kilometer dan nyambung dgn desa sebelah, setelah keluar dari goa kamipun bergegas menuju ke tempat yg ditunggu-tunggu yaitu pantai legok pari, masih di sekitar desa sawarna dengan menempuh perjalanan dgn berjalan kaki kira-kira 2kilometer dengan medan perbukitan dan pemandangan yg indah juga tentunya. Dan setelah menempuh jarak tersebut dgn berjalan kaki juga dengan medan perbukitan yg dilewati kami pun sampai di pantai legok pari, dan ternyata…. Subhannallah hanya kata itu saja yg dapat saya ucapkan sambil diam dan terpana melihat keindahan pantainya, pantai yg ini lebih sepi dr pantai yg tadi saya ceritakan diatas, karena pantai ini sepi bahkan pantai ini layaknya pantai pribadi milik kami sendiri, ditambah dgn ombaknya yg sedikit tenang dan airnya yg biru jernih juga tidak ada sampah sama sekali yg berserakan, tanpa ragu dan tanpa berfikir panjangpun kami langsung bermain dipantai itu, kami berlari-larian dan berenang juga ada satu momen yg benar-benar tak terlupakan yaitu disaat kami semua mengubur teman saya danhanya menyisakan kepala diuar krn untuk pernapasan juga. Dan setelah mrngubur beliau kami pun beristirahat di saung yg tersedia sambil minum-minum dan berbincang-bincang mengomentari pantai yg indah ini, dan setelah sekiranya sudah puas di pantai legok pari ini kamipun harus segra kembali ke cottage untuk checkout alias pulang ke depok lagi, dan setelah sampai di cottage juga setelah selesai mandi, makan dan beres-beres kamipun pamit pulang kepada pemilik cottage, diperjalanan pulang dihiasi dengan cerita kenang-kenangan yg mungkin ga akan terlupakan. Bagi saya pribadi liburan tsb sangat amat menyenangkan, benar-benar berterima kasih banyak sekali pd Allah swt yg memberikan sehat jasmani dan rohani juga sehat dompet dan berterima kasih banyak pada teman-teman geng hura-hura yg sudah berpartisipasi. Berikut adlah cerita liburan yg sangat singkat tetapi menyenangkan ini, bukan pengalaman atau kepuasan yg dicari tetapi kenang-kenangannya yg saya cari dan Alhamdulillah saya dapati bersama rekan-rekan personil hura-hura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar